NASEHAT UNTUK KELUARGAKU

By Amiril Ahmad 01 Mei 2020, 06:01:52 WIB Nasehat Abi

"NASEHAT UNTUK KELUARGAKU"

                               ??? ???? ?????? ??????
                               
Rasulullah SAW sangat tegas dalam memerintahkan para sahabatnya untuk mengerjakan Shalat fardhu berjamaah di Masjid. Dalam sebuah Hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

????????? ??????? ???????? ?????? ???????? ???? ????? ???????? ?????????? ????? ????? ???????????? ??????????? ????? ? ????? ????? ??????? ????????? ???????? ? ????? ????????? ????? ??????? ??????????? ?????????? ??????????? ? ????????? ??????? ???????? ???? ???????? ?????????? ??????? ?????? ??????? ???????? ???? ????????????? ???????????? ???????? ??????????. (???? ???????)

Artinya: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya,  sungguh aku sempat ingin memerintahkan seseorang mengumpulkan kayu bakar lalu dinyalakan, kemudian menyuruh shalat dengan (menyuruh seseorang mengumandangkan) adzan, kemudian menugaskan seseorang untuk menjadi imam shalat, kemudian mendatangi orang-orang (yang tidak ikut berjamaah) dan membakar rumah mereka. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya,  sekiranya salah seorang di antara mereka mengetahui bahwa ia akan mendapati tulang berlemak atau kaki kambing yang lezat, tentu ia akan menghadiri shalat Isya" (HR Al Bukhari)

Begitu tegasnya sabda beliau sehingga sebagian Ulama menfatwakan bahwa Shalat Fardu berjamaah adalah wajib hukumnya. Akan tetapi Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat agar Shalatnya di rumah masing masing ketika ada hujan atau angin kencang. Dalam sebuah Hadis disebutkan:

???? ?????? ? ????? : " ??????? ????? ?????? ??? ???????? ????????? ??????????? ? ????? ????? : ??????? ??? ??????????? ? ????????????? ????? ??????? ??????? ?????? ????? ???????? ????????? ????? ???????? ?????????? ????????? ? ????? ??????? ????? ???????? : " ????? ??????? ??? ?????????? " ??? ??????????? ??????????? ? ???? ??????????? ? ??? ????????? . (???? ??????? ? ????) 

Artinya: Sahabat Nabi Ibnu Umar RA pernah mengumandangkan adzan untuk shalat di malam yang dingin, anginnya kencang dan hujan, kemudian dia mengatakan di akhir adzan, "Alaa shallu fi rihaalikum, Alaa shallu fir rihaal’  (SHALATLAH DI RUMAH KALIAN,  SHALATLAH DI RUMAH MASING MASING). Kemudian beliau mengatakan: ”Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa menyuruh muadzin - apabila cuaca malam dingin dan hujan ketika beliau safar -- untuk mengucapkan: "Alaa shollu fi rihaalikum’ (SHALATLAH KALIAN DI RUMAH MASING MASING) (HR Muslim) 

Dalam Hadis lain disebutkan:

????? ????? ???????? ????????????? ??? ?????? ???????: ????? ?????? ???????? ????? ?????????? ??????? ???????? ????? ?????? ????? ????? ??????????? ????: «??????? ??? ???????????»? ????????? ???????? ?????????????? ?????: ???????? ???? ???? ?????? ??????? ????? ?????????? ???????? ???????? ???????? ???? ???????????? ??????????? ??? ???????? ???????????

Artinya: Ibnu Abbas RA berkata kepada muadzdzinnya pada waktu turun hujan: "Jika engkau adzan dan memgucapkan “asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah, maka janganlah setelahnya engkau mengatakan “hayya ‘alaash sholaat” (MARI KITA SHALAT)  tapi katakan “sholluu fii buyuutikum” (SHALATLAH KALIAN DI RUMAH KALIAN MASING MASING)". Namun orang-orang yang mendengar seolah mengingkarinya, maka Ibnu Abbas RA berkata : “Perintah ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (Yaitu Nabi Muhammad SAW). Aku tahu sesungguhnya Jum’at adalah Azimah, tetapi aku tidak suka mengeluarkan kalian, kemudian kalian berjalan menuju ke masjid melewati tanah berlumpur”. (HR Al Bukhari) 

Mengapa Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya agar Shalat fardu di rumah saja ketika hujan deras atau ada angin dingin? Itu karena beliau tidak ingin ada sahabatnya yang sakit. Bandingkan (wahai para pengajar Agama) dengan Wabah Corona yang sudah terbukti memakan korban meninggal dunia sampai puluhan ribu orang. Mengapa kalian justru memerintahkan orang2 awwam untuk pergi ke Masjid? Bukankah Wabah Corona lebih berbahaya dari hujan dan angin dingin biasa?.  Di manakah kasih sayangmu kepada Ummat? 

Al Qur'an secara tegas mewajibkan Ummat Islam yang sehat berjihad di jalan Allah. Bahkan banyak ayat dan Hadis yang menyebutkan dosanya orang yang tidak mau berangkat Jihad. Tetapi, Rasulullah SAW pernah diam bertahan di tempat ketika musuhnya terlalu banyak dan kuat.  Sebagai gantinya beliau melakukan Lock Down dengan cara menggali parit agar supaya musuh tidak bisa masuk dan menyerang. Strategi yang diinisiasi oleh Salman Al Farisi (ketika itu masih dikenal sebagai Negara Kafir Majusi) itu kemudian dikenal dengan Perang Khandaq. Ternyata cara ini efektif karena akhirnya musuh kalah karena kehabisan perbekalan.  Apakah kita akan mengatakan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya pengecut dan melanggar perintah Allah?. Hanya orang tersesat yang akan mengatakan demikian. Tanya pula hatimu,  manakah yang lebih sulit memeranginya,  Orang Kafir membawa senjata ataukah Virus yang tidak kelihatan mata?.

Adapun tentang Shalat Taraweh yang kalian juga bersikukuh mengajak Jamaah pergi ke Masjid,  maka aku ingatkan kalian tentang hal hal berikut. Ketahuilah bahwa:

1. Yang wajib di bulan Ramadhan hanyalah berpuasa yang dilakukan selama satu bulan penuh. 

2. Ibadah Qiyamu Ramadhan (Taraweh) dan Tadarrusan adalah Sunat. Menurut asalnya,  Ibadah Sunnat baik Shalat ataupun membaca Al Qur'an lebih baik dikerjakan di rumah. Dalam sebuah Hadis  disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

???? ?????? ?????: ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ?????????: «?????????? ????????????? ???????????? ??????????? ??????????. (???? ???????) 

Dari Anas ra, berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Terangilah rumah kalian dengan Shalat (sunnat) dan bacaan Al-Qur’an "  (HR Al Baihaqi).

Hadis ini jelas memerintahkan Ummat Islam agar membiasakan diri Shalat Sunnat dan membaca Al Qur'an di rumah masing masing agar supaya rumahnya menjadi terang. 

3. Rasulullah SAW mengerjakan Qiyamu Ramadhan di Masjid hanya 3 kali sepanjang hidupnya. Selebihnya,  Shalat  Taraweh beliau dikerjakan di rumah. Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan agar para sahabatnya Shalat Taraweh di rumah masing masing sebagaimana diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim:

?? ????? ??? ???? ???? ???? ??? ????? ?? ????? ???? ?? ?????? ??? ???? ???? ????? ???? ??????? ??? ??????????? ??????? ???????? ?????????? ??????? ????????? ??? ???????? ?????? ??????????????.(???? ??????? ?????)

Artinya: Nabi SAW keluar beberapa malam di bulan Ramadhan serta Shalat di Masjid.  Namun malam malam berikutnya di bulan Ramadhan itu beliau tidak lagi ke luar.  Dan beliau bersabda: "Shalatlah kalian DI RUMAH MASING MASING karena sesungguhnya sebaik baik Shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali Shalat Wajib" (HR Al Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan Hadis ini sebagian Ulama berpendapat bahwa Shalat Sunnat termasuk Tarawih lebih baik dikerjakan di rumah. Namun sebagian lain berpendapat bahwa Tarawih dengan berjamaah di Masjid. Tetapi itu dalam keadaan normal. Dalam keadaan terdapat bahaya ancaman, hukumnya kembali ke asal yaitu LEBIH BAIK DI RUMAH.

Aku ingatkan kalian juga tentang firman Allah:

??? ???????? ????????? ??????? ????????? ??????? ??????????? ?????????? ???????? ????????? ???????? ? ?????? ????????????? ??? ?????? ?????????? ????? ??????? ???????????? ???? ???????? ??????????? ????????? ??????????? ???????? ? ??????? ?????? ?????????? ??????????. (??????:??)

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya" (An Nisa:59)

Ayat ini memerintahkan agar orang-orang beriman patuh kepada Allah,  Rasulullah SAW dan Ulil Amri. Siapakah ULIL AMRI itu? Mereka adalah orang-orang yang memiliki otoritas pada suatu urusan. Dalam urusan Agama,  ULIL AMRI adalah para Ulama. Dalam urusan kesehatan dan penyakit, ULIL AMRI adalah para Dokter dan Paramedis. Dalam unrusan berbangsa dan bernegara, ULIL AMRI adalah PEMERINTAH YANG SAH. Mematuhi mereka semua adalah wajib. Melanggar ketetapannya adalah dosa dan binasa. Lalu, ketika para Dokter telah menetapkan bahayanya satu wabah,  lalu para Ulama telah mengeluarkan fatwanya betkaitan dengan ibadah dan pemerintah telah mengeluarkan ketetapan sebuah kebijakan demi menyelamatkan rakyatnya dari Wabah tersebut, bukankah menentangnya merupakan kesalahan besar dan pelanggaran terhadap firman Allah?. 

Jika engkau merasa Ulama, mengapakah engkau tidak membandingkan dirimu dengan para Ulama Mekah dan Madinah? Mengapa tidak mengukur diri dengan para Ulama Mesir dan seluruh dunia yang telah bersepakat meniadakan Shalat Jum'at dan Tarawih? Ataukah engkau tidak Melihat bagaimana di Masjid Haram dan Masjid Nabawi saja hanya diikuti puluhan orang dg jarak berjauhan?. Bahkan di Mesir termasuk Al Azhar yang merupakan gudangnya Ulama sedunia,  tidak ada Jum'atan dan Tarawehan di Masjid. Lalu,  siapakah yang harus jadi panutan Ummat jika bukan para Ulama besar itu? 

Kalau tidak takut menjadi pertanyaan di hadapan Allah kelak,  sungguh aku tak akan menyebarkan tulisan ini. Aku tahu di antara kalian ada yang tidak menginginkan. Tetapi setidaknya aku ada jawaban ketika nanti Allah mempertanyakan. 

???? ??????? ?????? ???????????? ??? ??????????? ? ????? ?????????? ?????? ????????? ? ???????? ??????????? ?????????? ???????...(???:??)

 Artinya: "...Tak ada maksudku kecuali melakukan perbaikan semampuku. Tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali" (Hud:88)

Hasbunallah
Syarif Rahmat RA

*Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Qura (PPUQ) pondok Cabe Ilir,  Pamulang,  Tangsel. 

*Ketua Umum Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA). 

*Wk Ketua Alumni Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (PKU-MUI) Pusat.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment